SOLUSI PER INDUSTRI

Dibangun untuk institusi — bukan siswa perorangan.

Kami sengaja tidak melayani semua segmen sekaligus. Urutan prioritas di bawah adalah keputusan sadar, bukan kebetulan — lihat juga contoh use case konkret per segmen.

Bimbel & Lembaga Kursus

Prioritas #1

Pain point

  • Tryout masih dikerjakan lewat Google Form, lalu direkap manual di Excel — datanya numpuk, tapi tidak pernah benar-benar dianalisis satu per satu.
  • Remedial dilakukan massal ke semua siswa dengan skor rendah, padahal penyebab tiap siswa salah berbeda-beda — ada yang lupa konsep, ada yang salah baca soal.
  • Menjelang UTBK-SNBT, CPNS, atau TOEFL/IELTS, volume tryout melonjak dan rekap manual tidak lagi terkejar oleh tim akademik.

Solusi Lesan

  • Tryout adaptif yang langsung memetakan kelemahan tiap siswa per kompetensi begitu jawaban masuk — bukan cuma skor akhir.
  • Rencana belajar personalisasi tersusun otomatis dari peta kelemahan itu, lalu wajib disetujui pengajar sebelum sampai ke siswa.
  • Retest terjadwal otomatis membuktikan apakah kompetensi yang lemah benar-benar membaik, siap dibagikan sebagai laporan ke orang tua.
Ilustrasi, bukan data klien riil

Ilustrasi: bimbel dengan 300 siswa aktif memangkas waktu rekap tryout dari 2 hari kerja admin jadi otomatis, dan skor rata-rata retest kompetensi lemah naik dalam 6 minggu.

Lihat use case bimbel & lembaga kursus

Lembaga Pelatihan & Vokasi

Pain point

  • Lembaga sertifikasi (BNSP dan sejenisnya) meminta bukti assessment terstruktur per kompetensi/skill — bukan cuma catatan "sudah ikut training".
  • Nilai akhir pelatihan dicatat di spreadsheet terpisah per batch, sulit ditelusuri ulang saat audit atau re-akreditasi tiba-tiba diminta.
  • Makin banyak peserta pelatihan, makin tidak realistis instruktur menyusun laporan penguasaan kompetensi satu per satu secara manual.

Solusi Lesan

  • Struktur kompetensi/skill didefinisikan sendiri oleh institusi, sesuai standar sertifikasi yang dipakai — bukan taksonomi baku dari luar.
  • Setiap assessment praktik (termasuk upload dokumen/foto kerja) otomatis tertaut ke kompetensi yang diuji, bukan dokumen terpisah.
  • Dashboard menunjukkan status penguasaan tiap peserta per kompetensi, siap diekspor kapan pun audit/re-akreditasi diminta.
Ilustrasi, bukan data klien riil

Ilustrasi: lembaga pelatihan vokasi menyiapkan bukti assessment terstruktur per skill untuk audit sertifikasi tanpa menyusun ulang rekap dari nol tiap siklus.

Lihat use case lembaga pelatihan & vokasi

Sekolah Menengah

Pain point

  • Tiap guru mata pelajaran punya kesan sendiri soal kompetensi mana yang lemah di kelasnya — tidak ada gambaran kolektif satu angkatan.
  • Keputusan re-teaching sering berarti mengulang seluruh materi semester, karena tidak jelas bagian mana yang sebenarnya bermasalah.
  • Rapat evaluasi kurikulum berjalan berdasarkan opini guru per guru, bukan data hasil ujian/tryout yang terukur.

Solusi Lesan

  • Hasil ujian/tryout internal ditag ke kompetensi yang sama lintas kelas paralel, bukan dinilai terpisah per kelas.
  • Weakness map kolektif menunjukkan kompetensi mana yang paling banyak belum dikuasai satu angkatan, bukan per siswa saja.
  • Kepala sekolah dan guru bisa menyepakati 1-2 kompetensi prioritas untuk re-teaching yang ditargetkan, lalu meninjau progresnya di retest berikutnya.
Ilustrasi, bukan data klien riil

Ilustrasi: sekolah memakai weakness map kolektif untuk menargetkan sesi re-teaching ke 2 kompetensi paling lemah di satu angkatan, bukan mengulang seluruh materi semester.

Lihat use case sekolah menengah

Pertanyaan yang sering muncul

Institusi saya tidak masuk 3 kategori di atas, apakah tetap bisa pakai Lesan?

Bisa — tiga kategori di atas adalah prioritas pengembangan produk kami saat ini, bukan daftar lengkap. Ceritakan kebutuhanmu lewat halaman kontak, kami bantu lihat kecocokannya.

Kenapa kampus/perguruan tinggi tidak masuk prioritas?

Siklus procurement kampus (terutama negeri) panjang dan butuh integrasi SIAKAD yang kompleks. Kami sengaja fokus di segmen dengan siklus keputusan lebih cepat dulu — bukan berarti Lesan tidak bisa dipakai kampus, hubungi kami untuk pilot strategis.

Institusimu tidak masuk kategori di atas?

Ceritakan kebutuhanmu — kami bantu lihat apakah Lesan cocok, atau arahkan ke solusi lain yang lebih tepat.